Hariku Sekarang Dirundung Kegalauan, Entah Sampai Kapan

Semua orang pasti pernah merasakan kegalauan. Perasaan semacam ini tidak hanya menyerang anak muda saja, bahkan orang dewasa hingga lansia pun tak luput dari kegalauan. Cuman karena mereka pandai menyembunyikan sehingga tak terlihat oleh kita. Tidak untuk aku yang kini dirundung kegalauan mendalam.

Seumur-umur aku tidak pernah galau sama sekali soal cinta. Aku galau dengan jabatanku sebagai ketua Karang Taruna desa. Bisa dikatakan aku masih belum bisa memimpin diri sendiri, apalagi memimpin sebuah organisasi, gila kan? Entah sampai kapan kegalauan ini akan berakhir.

apa kamu juga pernah merasa galau?
apa kamu juga pernah merasa galau?

Lalu kenapa aku galau? Karena besok pada 23 april pemuda diberi mandat untuk menyelenggarakan acara pengajian isra miraj. Tentu selaku ketua aku menjadi pusat koordinasi antar panitia. Dari sinilah aku galau, risau, dan bahkan sempat down sakit gara-gara memikirkan acara tersebut.

Mungkin kegalauanku karena tak banyak mendekatkan diri kepada Allah. Atau bahkan mungkin Allah ingin menaikkan derajatku dengan memberikan cobaan semacam ini. Namun aku tak mau menyalahkan siapapun disekelilingku.

Semua takdir itu sudah digariskan oleh yang diatas. Toh jika natinya aku gagal dalam sebuah bidang, itu sudah menjadi ketentuannya. Sebagai manusia kita hanya bisa berencana dan berusaha bukan?

Mungkin cukup sekian coretan harianku kali ini. Semoga dengan adanya diary ini kamu bisa mengambil sebuah pelajaran berharga dan bermanfaat bagi sesama.